Tumbuhan Pakan Orangutan Sumatera (Pongo abelii) di Stasiun Penelitian Suaq Balimbing, Aceh Selatan

13
Feb

Tumbuhan Pakan Orangutan Sumatera (Pongo abelii) di Stasiun Penelitian Suaq Balimbing, Aceh Selatan

No. Produk:

Judul: Tumbuhan Pakan Orangutan Sumatera (Pongo abelii) di Stasiun Penelitian Suaq Balimbing, Aceh Selatan

ISBN: dalam proses

Penulis: Hermansyah, Mistar Kamsi, Adhi Nurul Hadi, Ari Iswandari

Berat: 300gr

​Sinopsis:
Stasiun penelitian Suaq Balimbing, merupakan lokasi penelitian orangutan di Rawa Kluet. Pertama dibuka oleh Prof. Carel Van Schaik seki tar tahun 1993. Stasiun penelitian Suaq Balimbing merupakan salah satu pusat penelitian orangutan Sumatera, banyak pengetahuan yang didapatkan dari stasiun ini. Kegiatan monitoring ditutup tahun 1999 karena situasi Aceh pada saat itu tidak kondusif, akibat adanya konflik antara Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dan Pemerintah Indonesia. Saat itu camp yang ada dibakar oleh orang tak dikenal. Tahun 2006 Yayasan Leuser Internasional (YLI) dan YEL-SOCP pada tahun 2007 membangun kembali camp, lokasinya dipindahkan ke arah lebih ke hilir Sungai Lembang. Pada Juli 2007 Suaq Balimbing aktif kembali, diawali tiga peneliti dari Universitas Zurich, satu peneliti lokal dari Aceh (penulis), dan sampai sekarang masih aktif.
Hutan rawa Suaq Balimbing, termasuk Resort Rantau Sialang, Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL). Secara administrasi termasuk dalam wilayah desa Pasie Lembang Kecamatan Kluet Selatan, Kabupaten Aceh Selatan, Propinsi Aceh. Secara geografis terletak pada titik koordinat antara 3° 4′ – 3° 29′ Lintang Utara dan antara 97° 25′ – 97° 46′ Bujur Timur. Luas areal stasiun penelitian mencakup 500 hektar. Batasnya berupa bentang alam, yaitu sebelah utara berbatasan dengan Desa Pucuk Lembang, sebelah timur berbatasan dengan Rawa Dua, sebelah selatan berbatasan dengan Danau Laut Bangko dan sebelah barat berbatasan dengan Krueng Lembang. Suaq Balimbing terletak di daerah rawa–rawa pantai dibagian barat laut pulau Sumatera.
Tumbuhan yang menjadi pakan orangutan Sumatera sangat banyak (belum ada referensi); di Suaq Balimbing menurut catatan lapangan yang telah dikonfirmasi ada 135 jenis tumbuhan pakan yang tergolong dalam 58 famili. Tumbuhan pakan orangutan, kadang kala tidak semua bagian yang dimakan, sehingga penulis menjelaskan secara terperinci bagian-bagian yang dimakan oleh orangutan. Sebagai contoh Rengas (Gluta renghas) kami masukkan sebagai makanan buah yang dimakan orangutan, namun sejatinya orangutan memakan ulat yang terdapat dibagian kulit terluar dari buah Rengas tersebut.
Beberapa jenis tumbuhan yang menjadi pakan utama dan favorit di stasiun penelitian Suaq Balimbing adalah Cemengang (Nessia sp.), Malaka (Tetramerista glabra), Resak payo (Dialium patens), Puwin (Sandoricum beccarianum), Sepang (Stercualia oblongata) dan Ubar (Horsfieldia polyspherula). Beberapa jenis tersebut diatas Orangutan memakannya dalam jumlah yang banyak, sedangkan dengan beberapa jenis Ficus, Orangutan di Stasiun Penelitian Suaq Balimbing hanya memakan nya dalam jumlah yang sedikit.
Jenis-jenis tumbuhan pakan orangutan Sumatera di stasiun penelitian Suaq Balimbing telah selesai penyusunan draft penulisan buku. Besar harapan draft ini dapat dicetak menjadi sebuah buku panduan lapangan. Dalam kegiatan pengamatan Orangutan di Stasiun sangat penting adanya buku petunjuk pakan Orangutan. Semoga nantinya buku panduan lapangan ini dapat berguna untuk setiap orang baik peneliti maupun tamu stasiun Suaq Balimbing.

 

You are donating to : Foundation for Sustainable Ecosystem

How much would you like to donate?
$10 $20 $30
Would you like to make regular donations? I would like to make donation(s)
How many times would you like this to recur? (including this payment) *
Name *
Last Name *
Email *
Phone
Address
Additional Note
Loading...